SELAMAT DATANG DI MULTI BLOG

Rabu, 25 Januari 2012

Industri Natal


Saat ini natal kekristenan telah menjadi industri yang menguntungkan bagi banyak orang. Banyak orang Kristen yang merayakan Natal dan menyambut natal bukanlah menyambut bayi Yesus, menunggu-nunggu kedatangan Yesus, mempersiapkan kelahiran Yesus, melainkan orang hanya menyambut hari natalnya. Natal disambut dengan gegap gempita dan komersialisasi natal dilakukan oleh banyak pengusaha (orang kristen juga mungkin) dengan menjual banyak produk yang berkaitan dengan natal ini. Ada yang menjual mainan, pernik-pernik natal, lagu-lagu natal, kartu natal dll. Itulah industri natal, itulahg lobalisasi natal. Apakah yang kita persiapkan menjelang natal tiba? Yah, kita cenderung mempersiapkan atribut-atribut natal, simbol-simbol natal, fenomena natal agar kelihatan fenomenal. Itukah natal?

Natal 2000 tahun yang lalu dipersiapkan dengan sangat rapi, baik dan jauh-jauh hari. Ribuan tahun sebelum Yesus lahir para nabi telah bersiap-siap menyambut hari "H" itu tiba. Setahun sebelum natal malaikatTuhan sudah diutus untuk mempersiapkan natal kepada Maria, Yusus, Elisabeth dll. Sebelum natal malaikat Tuhan datang kepada para gembala dan orang majus, mereka menyanyikan pujian natal.

Natal 2000 tahun lalu bukanlah industri yang canggih dengan pameran lampu-lampu bagus, baju-baju indah, kembang api, dan trompet yang semarak. Natal 2000 tahun lalu merupakan "pameran" kilauan sinar wajah para malaikat, dengan baju jelek dan bau para gembala, dan dengan sinar bintang yang bercahaya di langit.

Natal berarti yang tidak terbatas rela menjadi terbatas, yang Maha Tinggi rela turun ke dunia, yang Tidak Berdosa rela dijadikan manusia yang menanggung dosa umat-Nya. Itulah Kristus. Natal berarti Kristus. Biarlah kita merayakan kehadiran Kristus ke dalam dunia, bukan sekedar merayakan hari natalnya.Natal bukanlah industri melainkan Kristologi.

AtRa- Wil-1, JGDI

Anak Muda dan Anak Panah


Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan,

demikianlah anak-anak pada masa muda (Maz 127:4).

Di suatu senja. Saat itu saya baru selesai kuliah. Ketika melangkah keluar dari ruang kuliah, niat saya untuk terus pulang ke asrama terhalang oleh sapaan dosen saya yang sedang duduk dengan santai di balkon kampus, tak jauh dari daun pintu ruang perkuliahan. Akhirnya saya batalkan rencana untuk terus pulang ke asrama. Beberapa menit saya habiskan untuk bercerita dengan dosen saya.

Pada saat itu dosen saya memberitahukan kapada saya tentang sesuatu yang sebenarnya sangat dekat dengan saya, namun tidak saya sadari. Dosen saya memberitahukan saya tentang ilmu matematika kuno yang diterapkan oleh orang tua dan nenek moyang saya, pada saat mereka berburu hewan hutan.

“Jika seekor rusa atau babi hutan yang sementara berlari di sebuah padang terjal dapat terkena panah yang dibidik oleh seorang pemburu yang sementara berlari mengejar hewan tersebut, maka ada dua faktor yang menentukan anak panah tersebut dapat mengenai sasaran, yaitu faktor internal dan faktor external. Faktor internal yakni hal-hal yang ditentukan pemburu itu sendiri, sekurang-kurangnya meliputi: 1) cara membidik (berapa derajat bidikan ke sasaran) 2) kecepatan lari pemburu. 3) berapa jarak tali busur harus ditarik, dan 4) jarak antara pemburu dan hewan buruan. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang berada di luar diri pemburu dan tidak ditentukan oleh pemburu, sekurang-kurangnya meliputi: 1) kecepatan larinya hewan buruan. 2) kecepatan arah angin. 6) halangan yang berada di antara pemburu dan hewan buruan, seperti rumput-rumput, pohon dan sebagainya. Agar anak panah dapat mengenai sasaran, faktor-faktor ini harus diperhatikan. Jika semua faktor tersebut berada dalam titik keseimbangan, maka sudah pasti, anak panah tersebut akan mengenai sasaran. Untuk mencapai hasil keseimbangan faktor-faktor tersebut, diperlukan sebuah perhitungan matematika. Perhitungan itu dilakukan secara naluriah oleh para pemburu di hutan. Itulah ilmu matematika kuno yang dimiliki nenek moyangmu. Semoga suatu saat nanti, ada yang bisa membuktikannya melalui penelitian ilmiah”. Itulah kata-kata dosen saya yang membuat saya tersentak.

Masmur 127:4, mengingatkan kita sebagai anak-anak muda bahwa di masa muda, kita seperti anak-anak panah di tangan pahlawan. Pada zaman dahulu, anak panah merupakan sebuah perlengkapan yang sangat penting bagi seorang pahlawan saat melaksanakan tugasnya. Jika kita, anak-anak muda, diibaratkan sebagai anak panah, betapa pentingnya kita di masa muda kita. Dikatakan demikian karena saat kita menjejaki masa muda, sadar atau tidak, kita telah di hadapi oleh berbagai pilihan hidup. Dengan demikian kita memegang peranan penting untuk menentukan pilihan.

Jika kita memegang peranan penting untuk memilih, benar sekali kata Pemazmur: kita, anak muda, seperti anak panah di tangan para pahlawan. Ketika kita sebagai anak panah hendak dilepas dari bidikan untuk mencapai sasaran, kita tidak akan terlepas dari faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor tersebut akan membawa kita kepada penentuan pilihan, seperti:

- Siapa yang akan kita jadikan sebagai pahlawan untuk menyerahkan diri kita sebagai anak panah di tangannya?

- Sasaran apa yang harus kita tuju?

- Apakah kita harus menyerah di tengah perjalanan karena begitu banyak tantangan (faktor eksternal) yang kita hadapi atau berjalan terus sampai pada sasaran yang dituju?

- Apakah kita memilih untuk meninggalkan sasaran yang sudah ditentukan dan menuju sasaran lain yang lebih menarik perhatian kita dalam perjalanan?

Sebagai pemuda-pemudi kristen, hendaknya kita memperhatikan hal-hal berikut:

- Firman Tuhan mengumpamakan diri kita sebagai anak panah. Oleh karena itu serahkan diri kita kepada Yesus Kristus sebagai pahlawan dalam kehidupan kita. Dialah yang akan membidik kita untuk mencapai sasaran karena Dia mengetahui dan menguasai segala faktor internal dan eksternal kehidupan kita.

- Minta petunjuk Tuhan Yesus saat menentukan sasaran. Bacalah alkitab dan berdoa.

- Dalam perjalanan kita sebagai sebatang panah yang sedang melesat dari tangan pahlawan menuju sasaran, banyak hal yang akan mempengaruhi kita dalam perjalanan kita, seperti: kekuatiran, pencobaan, penyesatan, dan sebagainya. Jadikan Yesus Kristus sebagai perisai dalam menghadapi hal-hal seperti ini.

- Banyak hal yang menggiurkan kita dalam perjalanan mencapai sasaran, seperti kekuasaan, ketenaran, pasangan hidup, dan hal-hal lain yang mungkin dapat membuat kita mengubah sasaran yang telah ditentukan, atau menyimpang dari komitmen yang telah kita buat. Mintalah petunjuk Tuhan lewat doa atau mebaca alkitab, selain itu kita juga dapat berdiskusi dengan saudara-saudara seiman saat kita dihadapkan dengan pilihan dan dituntut untuk memilih.

Semoga kita menjadi anak panah yang berkenan di mata Tuhan. Tuhan memberkati.

- Jek-Multi

Pelajaran dari Orang Buta


Aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh;

( Ayub,29:15)

Ceritra ini berawal ketika saya pulang dari kampus, saya bertemu dengan seorang buta yang sedang berjalan dengan tongkatnya sambil mnemegang kemoceng buatannya sendiri yang terbuat dari tali raffia. Ketika saya bertemu dengannya, saya bermaksud membeli kemocengnya yang di jual dengan harga 10.000,00. ”Ade dari sini ke Lasiana masih jauh ko?” Bapak tersebut bertanya kepada saya. Saya pun menjawab bahwa dari penfui ke­ Lasiana masih jauh. Bapak mau ke sana ko?” Saya balik bertanya. Orang tua itu menjawab bahwa ia mau ke Lasiana untuk menjual kemocengnya”. Saya langsung menawarkan diri untuk membantu mengantar bapak itu ke tempat yang dia maksudkan”. Saya mengantar bapak itu tanpa menukar pakaian dan dasi (waktu itu saya baru selesai ujian TAS, jadi saya menggunakan baju hitam putih dan dasi)

Kami berdua dalam perjalanan. Di atas motor, bapak tersebut bercerita bahwa ia tinggal sendiri, ia tidak menikah, dan setiap hari harus berjalan untuk berjualan agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Tempat tinggalnya di Tofa, di belakang gereja Katolik St, Agustinus. Dia juga bercerita bahwa setiap hari dia keluar untuk berjualan dari jam 06.00 sampai jam 16.30 baru tiba kembali di rumahnya. Akhirnya karena merasa iba, saya menawarkan diri untuk mengantar bapak itu berjualan pada hari itu. Kami pergi ke kampus Politani tapi semua dosen dan kariawan-kariawan sedang rapat. Akhirnya saya mengajak bapak itu ke rumahnya ibu-ibu di belakang asrama undana, dan sungguh luar biasa, semuanya habis terjual, bahkan ada satu keluaraga yang memberikan berkat lebih dan memberikan makanan buat kami berdua.

Akhirnya kami kembali. Dalam perjalanan pulang, bapak tersebut bercerita bahwa ketika ia berjualan, ada orang-orang yang mengatakan kepadanya seperti ini: “sudah buta masih juga paksa diri”. Kadang juga orang berteriak memanggilnya: “buta”. Namun bapa tersebut selalu tersenyum sambil berkata : Tuhan ampuni mereka, lagi pula saya tidak bisa membalas… lagi pula saya buta bukan karena dosa saya, tapi memang sudah sejak saya lahir.

Satu hal yang membuat saya terharu yakni perkataan bapak itu. “Memang saya buta, tapi…. saya tidak mencuri, dan saya bisa mencari uang sendiri dengan hasil karya dan jeri lelah saya sendiri. Saya mengajak bapak tersebut ke kantor LPMI, tempat tinggal saya, lalu menceritakan injil dan mendoakan bapak tersebut. Setelah itu saya mengantarnya ke tempat tinggalnya..

Beberapa pesan yang bisa kita petik dari cerita di atas ialah sebagai berikut:

* Bapak tersebut adalah orang yang takut Tuhan;

*. *. Bapak tersebut adalah orang yang sabar, rajin, suka bekerja, kreatif dan tidak mudah

p putus asa;

* Ia belajar dari kekurangan dan tidak pernah mengeluh;

*. * Walaupun ia buta tapi ia bisa menghasilkan uang dengan jeri lelahnya sendiri;

*. * Ia meyadari akan kekurangannya, dan tidak membalas apa yang di katakan orang

ten tentang dirinya.

Saya yang buta saja bisa begini, bagaimana dengan kamu…………….?

Oleh: Iben

Jumat, 30 Juli 2010

Mp3 Lagu Rohani Kristen

Syalom Teman-Teman..........

Kalau teman-teman mau download lagu-lagu rohani, tinggal klik saja pada daftar lagu dibawah ini.


ROHANI INDONESIA

Angel Karamoy, JejakMu Tuhan

Bams, Arti Hidup

Bams, Badai Berlalu

Bams, Esok Kan Kujelang

Blass, Lagu Indah

Blass, Terima Kasih Tuhan

Boby, Bapa Yang Sempurna

Boby, Bintang

Boby, Kemanakah Aku Berlari

Edward Chen, Ada Cerita

Edward Chen, Allahku Slalu Turut Bekerja

Edward Chen, Andaikan Ku Harus Memilih

Edward Chen, Bila Kau Yg Membuka Pintu

Edward Chen, Hatiku Percaya

Edward Chen, Indah Pada Waktunya

Edward Chen, Mahkota Kehidupan

Edward Chen, Mencintai-Mu

Edward Chen, Hanya Nama Yesus

Edward Chen, Persahabatan

Edward Chen, Pujian Sejati

Edward Chen, Sebutir Pasir

Edward Chen, Seharusnya Ku Datang

Edward Chen, Seperti Yang Kau Ingini

Edward Chen, Tangan Kuat

Febby Febiola, Indah Pada Waktunya

Febby Febiola, Kemenangan Dalam Penyembahan

Frangky S. Kasih Masih Ada

Frangky S. Satu Hal Yang Ku Rindu

Herlin Pirena, Pelangi Kasih

Herlin Pirena, Ku Mau Cinta Yesus

J. Manik, Padang Gurun Menjadi Taman Tuhan

Jacqlien Celosse, Arti Kehadiran-Mu

Jacqlien Celosse, Lihat Padaku

Jefry Tjandra, Ku Tak Akan Menyerah

Jonatan Prawira, Kerajaan Yg Tak Tergoncangkan

Katolik, Sabda Tuhan

Kiki Idol, Tuhan Pasti Sanggup

Kole-Kole, Injil Di Flobamora

Light Chanel, Bersyukurlah

Light Chanel, Damai-Mu

Light Chanel, Set Me Free

Maria Shandi, Anug'rah Terbesar

Maria Shandi, Away In A Manger

Maria Shandi, Dia Mengerti

Maria Shandi, Kasih Setia-Mu

Maria Shandi, Ku Percaya Janji-Mu

Maria Shandi, Mengenal Hatiku

Maria Shandi, Mujizat Itu Nyata

Maria Shandi, Pelangi Kasih

Maria Shandi, Sejauh Timur Dari Barat

Maria Shandi, Selalu Di Hatiku

Maria Shandi, Sentuh Hatiku

Nikita, Allah Peduli

Nikita, Bapa Engkau Sungguh Baik

Nikita, Betapa Hatiku

Nikita, Hati S'bagai Hamba

Nikita, Janji-Mu S'perti Fajar

Nikita, Ku Bersyukur

Nikita, Mengerti Hati-Mu

Nikita, Oleh Kuasa Darah-Mu

Nikita, Pilihan Terbaikku

Nikita, Selamat Pagi Bapa


Nikita, Seperti Yang Kau Ingini

Nikita, Tetap Setia

Regina, Andaikan Ku Harus Memilih

Regina, Bapa Yang Mengasihiku

Regina, Doa Mengubah Segala Sesuatu

Regina, Kau Bekerja Dg Cara Yg Ajaib

Regina, Kau Membentuk Hidupku

Regina, Mujizat Itu Nyata

Regina, Tiang Awan, Tiang Api

Samsul ADB, Tuhan Yang Baik

Sari Simorangkir, Dalam Yesus

Sari Simorangkir, Dengan Sayap-Mu

Sari Simorangkir, Kaulah Harapan

Sari Simorangkir, Yesus Kekuatanku

Shelly, Bapa Yang Mengasihiku

Shelly, Bila Ku Renungkan

Shelly, Damai Sejahtera Allah

Shelly, Hanya Engkau

Shelly, Janji-Mu S'perti Perak

Shelly, Kekuatan Di Masa Sukar

Shelly, Menghitung Berkat

Shelly, Tiada Bapa Yang S'perti-Mu

Shelly, Tuhan Mengapa Aku

Shelly, Yesus Engkau Baik

White Dove, Allah Yang Mulia

White Dove, Bagai Embun

White Dove, Bawa Daku

White Dove, Burung Nazar

White Dove, Dia Sang Jurus'lamat

White Dove, Doa Yesus

White Dove, Jiwaku Merindukan Tuhan

White Dove, Kasih-Mu Baharui Hidupku

White Dove, Kau Tak Pernah Tinggalkanku

White Dove, Kehidupan

White Dove, Kekasih Hatiku

White Dove, Ku Percaya Allah Baik

White Dove, Ku Sadari

White Dove, Menembus Awan

White Dove, Pengorbanan-Nya

White Dove, Raja S'gala Raja

White Dove, S'bab Kau Besertaku

White Dove, Sejak Kau Di Hatiku

White Dove, Sekali Terlihat


White Dove, Setia Selamanya

White Dove, Surat Cinta

White Dove, Tak Ingin Ku Jauh Dari-Mu

White Dove, Terima Kasih Allahku

White Dove, Terima Kasih Yesus

Worship Generation, Persahabatan

Selain Kau Tak Ada

Surga Itu Nyata
ROHANI BARAT

In Christ Alone

All I Need is You (You Are My World

Hillsong, Here I Am

Hillsong, King Of Majesty

Hillsong, One Way

Hillsong, To Know Your Name

Lamb Of God

My Heart Your Home



PAHLAWAN TITANIC YANG SEJATI

Masih ingatkah Anda tentang Titanic? Sebuah film yang diperankan oleh Leonardo dan Kate Winselt. Film tersebut diambil dari sebuah kisah nyata yang terjadi pada tahun 1912. Waktu itu malam hari tanggal 14 April 1912. Kapal RMS Titanic berlayar kencang di atas samudera Atlantic yang dingin menggigit, tanpa sadar bahwa malam naas itu akan mengisi halaman-halaman sejarah di kemudian hari. Di atas kapal mewah ini terdapat banyak orang-orang kaya dan terkenal. Pada saat peluncuran perdana kapal, Titanic merupakan benda bergerak terbesar yang pernah dibuat oleh manusia. Pada pukul 23.40 malam yang menentukan nasib itu, sebuah gunung es menggesek dengan amat kerasnya sisi kanan kapal, sehingga menghujani dek dengan es dan mengoyakkan enam bilik yang kedap air. Samudera raya masuk ke dalamnya. Di atas kapal malam itu ada John Harper dan putri kesayangannya, Nana, yang berusia enam tahun.

Menurut laporan dokumentasi, segera setelah jelas bahwa kapal akan
tenggelam, John Harper langsung membawa putrinya menuju sekoci penyelamat. Masuk akal apabila dianggap bahwa pendeta duda ini dengan mudahnya akan dapat naik ke atas sekoci dan selamat; namun tampaknya hal itu tak pernah terlintas di dalam benaknya. Ia membungkuk dan mencium putri kecil yang amat berharga baginya itu; ditatapnya mata anak itu sambil berkata bahwa mereka akan berjumpa kembali satu hari kelak. Kilatan-kilatan di langit yang gelap di atas memantulkan air mata di wajahnya ketika ia berbalik dan menuju kerumunan orang yang putus asa di atas kapal yang sedang tenggelam itu.

Ketika buritan kapal mulai terayun ke atas, dilaporkan bahwa Harper tampak berusaha mendaki dek sambil berteriak "Wanita, anak-anak dan mereka yang belum diselamatkan masuk ke dalam sekoci!" Hanya beberapa menit kemudian, Titanic mulai terdengar bergemuruh jauh di bagian dalamnya. Banyak orang yang menyangka bahwa itu merupakan ledakan; padahal sebenarnya kapal raksasa itu secara harfiah sedang terbelah dua. Pada saat itu banyak orang yang melompat dari dek terjun ke dalam air es yang gelap di bawah. John Harper termasuk salah satu di antaranya. Malam itu 1528 orang masuk ke dalam air yang membekukan itu. John Harper tampak berenang dengan tergopoh-gopoh kepada orang-orang dan memimpin mereka kepada Yesus sebelum hipotermia (keadaan suhu tubuh di bawah titik terendah) menjadi fatal. Harper berenang menuju seorang pemuda yang telah naik ke atas kepingan yang terapung. Dengan napas terengah-engah ia bertanya, "Apakah anda sudah diselamatkan?" Pemuda itu menjawab belum. Harper kemudian mencoba menuntunnya kepada Kristus hanya untuk menerima jawaban tidak dari pemuda yang sedang shock itu. John Harper membuka jaket penyelamatnya dan melemparkannya kepada pemuda itu sambil berkata "Kalau begitu ini, Anda lebih membutuhkannya daripadaku" dan kemudian berenang menuju orang-orang lain. Beberapa menit kemudian Harper berenang kembali mendekati pemuda tadi dan berhasil memimpinnya untuk menerima keselamatan.

Dari 1528 orang yang masuk ke dalam air malam itu, enam di antaranya
diselamatkan oleh sekoci-sekoci penolong. Salah satu di antaranya adalah
pemuda yang naik kepingan yang terapung tadi. Empat tahun kemudian pada
suatu pertemuan bagi mereka yang selamat, pemuda ini berdiri dan dengan air mata bercucuran mengisahkan kembali bagaimana John Harper, setelah menuntunnya kepada Kristus, berusaha berenang kembali untuk menolong orang lain, namun oleh karena air yang dingin seperti es itu, maka ia telah menjadi terlalu lemah untuk berenang. Kata-kata terakhir sebelum ia tenggelam di dalam air yang membekukan itu ialah "Percayalah kepada nama Tuhan Yesus dan anda akan diselamatkan". (Sumber: internet).

Kisah di atas menunjukkan kepada kita betapa besar pengorbanan seorang hamba Tuhan demi menyelamatkan jiwa sesamanya di saat detik-detik terakhir kehidupan. Dia telah melaksanakan amanat Tuhan sampai akhir hidupnya. Ini merupakan suatu teladan yang baik bagi kita, orang Kristen.

Sebelum Kristus terangkat ke sorga, ia memberi perintah kepada murid-muridnya untuk menjadikan semuah bangsa menjadi murid Yesusu Kristus dan menyebarkan injil ke seluruh dunia (baca Matius 28: 19 - 20). Perintah ini ditujukan juga kepada kita sebagai orang di masa kini yang percaya kepada Yesus Kristus. Halk ini tentunya membutuhkan kerja keras dan pengorbanan. Kita tidak dituntut untuk mengorbankan nyawa kita demi Tuhan dan sesama kita, sebagaiman kisah John Happer di atas. Kita diminta untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi serta mengasihi sesame seperti diri sendiri (baca Matius 22: 37 – 40). Janganlah malu melakukan kehendak-Nya, (baca Lukas 9: 26). Giatlah selalu dalam pekerjaan Allah dan tetaplah berdoa. Apabila tiba detik di mana hidupmu harus kembali kepada keabadian, hembuskanlah nafas terakhirmu dengan senyum karena Bapak di Sorga telah menyediakan tempat yang menyenangkanmu. Hal ini telah disampaikan Rasul Paulus dalam suratnya yang kedua kepada jemaat Tuhan di Filipi, demikian:

“Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku; Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1: 20-21). Jek, Multi.